skip to Main Content
Bagaimana Mendukung Bekerja Jarak Jauh?

Bagaimana mendukung bekerja jarak jauh?

Saat ini bekerja jarak jauh menjadi keharusan, bukan lagi sebagai pilihan. Kondisi ini disebabkan karena adanya penyebaran virus corona yang membuat semua usaha dan perkantoran harus melakukan aktivitasnya secara berjauhan atau dari rumah masing-masing karyawannya.

Karena situasi yang ‘memaksa’ orang agar bekerja dari rumah, adakalanya hal tersebut belum dipersiapkan sebelumnya atau belum tersedianya pola dukungan  untuk bekerja secara ‘remote’ atau berjauhan.

Hal-hal yang mungkin menjadi tantangan saat bekerja berjauhan adalah:

Berkurangnya monitoring atau supervisi secara langsung, dimana ada kekhawatiran kualitas hasil kerja akan berkurang bila tidak ada monitoring langsung, atau justru atasan dianggap tidak hadir saat bawahan membutuhkan arahan atau dukungan.

Berkurangnya akses terhadap informasi dan menjadi terisolasi, karena tidak bertemu secara langsung, maka butuh usaha lebih untuk dapat menggali informasi yang dibutuhkan. Biasanya bisa langsung bertemu dan bertanya, maka kini mesti mencari tahu dulu kapan waktu bisa berdiskusi melalui email atau chat. Juga saat bekerja secara sendiri di rumah misalnya, akan  kehilangan momen interaksi informal yang biasanya terjadi dengan mudah saat di kantor. Hal ini dapat membuat seseorang merasa sendiri atau terisolasi karena kurangnya interaksi sosial.

Gangguan saat di rumah, situasi sekarang seluruh anggota keluarga diharuskan untuk bekerja dan belajar di rumah saja. Hal ini tentunya menjadi tambahan tugas yang tidak direncanakan bagi para pekerja karena selain harus menyelesaikan tugasnya namun mereka perlu mengurus anak-anaknya yang harus bersekolah di rumah, mengerjakan tugas rumah tangga, atau sambil mengurus anggota keluarga lain yang tua atau sakit misalnya. Atasan diharapkan memahami situasi ini yang dapat menjadi gangguan bagi pekerjanya untuk fokus hanya pada pekerjaan.

Lalu langkah apa yang dapat dilakukan oleh manager atau atasan agar dapat mendukung pekerjanya bekerja secara berjauhan?

Menyepakati struktur yang digunakan untuk pertemuan secara online

Tentukan waktu meeting yang dijadwalkan secara rutin untuk melakukan check-in setiap anggota tim. Jadwalkan secara berkala dengan rentang waktu yang lebih singkat dari biasanya. Misalnya kalau biasanya hanya meeting setiap 2 minggu sekali, maka meeting dapat dibagi menjadi per 2 kali seminggu, dengan melibatkan tim besar kemudian tim yang lebih kecil. Berikan juga waktu kapan tim dapat berkonsultasi dengan anda secara individual bila mereka menemui kesulitan. Dengan membangun suatu rutinitas pertemuan, maka masing-masing pihak tidak akan merasa tertinggal dalam informasi atau bentuk dukungan.

Menyediakan berbagai bentuk jalur komunikasi

Tentunya akan mempermudah bila semua pihak dapat melakukan komunikasi melalui jalur komunikasi yang sama , seperti Zoom, Skype, Microsoft team, dan lain-lain. Namun penting bagi atasan untuk mengetahui bagaimana kondisi setiap timnya, apa jalur komunikasi yang mungkin mereka gunakan. Karena kondisi di area tempat tinggal mereka mungkin saja memiliki hambatan untuk media komunikasi tertentu. Intinya adalah bagaimana atasan dapat fleksibel, sehingga jalur komunikasi tidak menjadi penghalang atau mempersulit bagi tim. Bila memungkinkan, carilah bantuan dari perusahaan, bentuk dukungan komunikasi apa yang dapat disediakan bagi karyawannya.

Menyediakan dukungan sosial

Manusia adalah mahluk sosial, karena itu butuh interaksi sosial dengan sesamanya. Hal yang dapat dilakukan saat situasi berjauhan adalah misalnya dengan membentuk grup chat, dimana obrolan di grup tidak hanya terkait pekerjaan, namun juga terkait dukungan sosial untuk kebutuhan mereka sehari-hari. Misalnya seorang pekerja bercerita karena sejak anaknya belajar di rumah, ia kesulitan mencari guru agar anaknya dapat lebih baik belajar matematika. Ternyata diantara anggota grup, ada yang ahli matematika yang kemudian menawarkan anak itu dapat bertanya padanya bila menemui kesulitan mengerjakan tugas matematika. Atau misalnya saling berbagi tips bagaimana memasak makanan yang praktis atau mengatur jadwal belajar anak di rumah.

Nah, contoh dukungan sosial seperti itu membuat orang tidak merasa sendiri dalam masalahnya dan akhirnya membangun rasa kepercayaan dalam tim.

Maka penting peranan seorang atasan untuk memahami perbedaan kondisi timnya dan dapat memberikan dukungan tepat agar karyawan dapat beradaptasi bekerja secara berjauhan.

 

Nila Widowati, Asian Leadership Centre, ©️ 2020   nwidowati@asian-leadership.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top